Menulis Autobiografi

 

Resume pertemuan ke    : 20
Hari/tanggal                    : Rabu, 17 November 2021
Narasumber                     : Suparno, S.Pd.,M.Pd.
Moderator                        : Raliyanti

Malam ini adalah malam pertemuan ke 20, merupakan pertemuan terakhir untuk dapat menjadi syarat membuat buku solo. Sebetulnya masih ada 10 pertemuan lagi sebagai motivasi. Setelah pertemuan malam ini, bisa fokus pada penyusunan buku dan penerbitan untuk dapat. dinyatakan LULUS dari kelas BM ini dan mendapatkan sertifikat. Alhamdulillah perjalanan panjang kurang lebih dua bulan disela-sela padatnya kesibukan yang sangat luar biasa akan segera membuahkan hasil. Bismillah.

Materi malam ini adalah Menulis Autobiografi dengan narasumber bapak Suparno,  S.Pd.,M.Pd.. Lahir di Magetan,  25 Juli 1966. Memiliki  kesukaan  membaca sejak SD, buku pertama  yang selesai dibaca adalah  Thomas Alva Edison  penemu bola lampu pijar. 
Mengawali karir sebagai Konselor di SMP 2 Kawedanan pada tahun 1992. Kemudian tahun 2016  diangkàt sebagai Kepala Sekolah  di SMP3 Kawedanan.  Tahun 2019 mutasi di SMPN 1 Takeran dan mulai  Maret 2021 mutasi di SMPN  2 Karangrejo Magetan.  

Kesukaan menulis dimulai sejak  1986. 
Buku  hasil  karyanya;

1. Panduan belajar  Excel
2. Perjuangan hidupku 
3. Panduan Pranatacara  dan Pamedharsabda.
4. Catatan  harian seorang Kepala Sekolah 
5. Catatan Kepala  Sekolah 
6. Lulus Corona 
7. Potensi  Desa Pojoksari 
8. Dharma Wanita
9. Langkah Jitu  menulis buku 

Moto "Menulislah  setiap  hari mutu  dan rezeki  akan mengikuti". 

Blog: https://suparnomuhammad.blogspot.com 
Hp. 08125212122

Acara dipandu oleh moderator smart ibu Raliyanti. Sebelum masuk materi peserta diajak BW ke blog narasumber. Ada 2 tulisan di blog beliau yang dishare, yang pertama menyampaikan betapa pentingnya attitude dibanding IQ. Sehebat apapun prestsi kita tanpa didukung dengan attitude yang baik, maka ia akan ditinggalkan. Attitude adalah sikap baik yang harus kita jaga. Diantaranya Disiplin kerja karas, sopan santun, ramah, tidak malas, tanggungjawab, dan lain-lain. attitude is caracter. Yang kedua adalah cerita tentang peran narasumber sebagai coach bagi CGP. Apapun yang kita alami kalau kita rajin menulis di blog akan sangat bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Sekarang kita masuk materi:
Autobiografi atau otobiografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh dirinya sendiri. Dalam bahasa Inggris, istilah autobiography pertama kali digunakan oleh penyair Robert Southey pada 1809. Namun, bentuk otobiografi sendiri sudah ada sejak zaman kuno. Kalau riwayat hidup itu ditulis oleh orang lain namanya biografi.

Cerita   orang orang hebat itu selalu menginspirasi,  KH Usairon  mengatakan  cerita orang orang  sholih  itu  meningkatkan  iman,   eman  rasanya kalau tidak  ditulis  dalam  biografi. Agar  bisa menginspirasi  orang lain. Menginspirasi  keluarga  dan keturunan  kita.

Kisah hidup kita, perlu kita tulis, agar anak cucu kita mengetahui bagaimana perjuangan hidup harus dijalani demi sebuah cita-cita yang harus diraih. Perlu kerja keras, komitmen, perjuangan dan pengorbanan. Kita tidak tahu kapan ajal  datang, maka menulislah  buku  otobiografi .
Dari sejarah  perjalanan  kehidupan kita,  anak  cucu bisa belajar  betapa  untuk  mencapai  kesuksesan  itu  butuh  perjuangan  yang sangat luar biasa. Suatu  saat  pasti  ada diantara  anak  cucu kita  yang cinta pada ilmu  pengetahuan dan ingin tahu  sejarah  perjalanan  kehidupan  nenek moyangnya. Di saat itu  buku   biografi  sangatlah   berharga

Kita sebagai guru atau ASN jika menulis buku biografi yang bertemakan pendidikan, maka akan menambah angka kredit kita untuk pengajuan kenaikan pangkat. Jika kita akan mendaftar sebagai kepala sekolah, pengawas, kasi, kabid atau bahkan kepala kantor, kita tidak perlu bercerita banyak tentang diri kita, cukup kita serahkan buku biografi saja.

Bagaiman cara menyusun buku otobiografi?
Sebelum menulis buku otobiografi, sebaiknya kita baca buku-buku biografi orang-orang terkenal. Jangan hanya 1 buku, tapi minimal membaca 3 buku sebagai pembanding. Juga membaca buku orang-orang yang selevel dengan kita. 

Bagaimana langkahnya ?
Mulailah  dengan  membuat outline. Atau kerangka  tulisan. Misalnya  dimulai  dari melahirkan, 
masa masa sekolah TK, SD,SMP,SMA, Kuliah,  bekerja, menikah,  punya anak,  pergi  jauh, ke  luar kota, luar negeri dll. Masalah  masalah  yang pernah dihadapi,  kenangan pahit, kenangan indah  dan lain-lain. 
Langkah  selanjutnya  adalah  menyiapkan  data data pendukung,  misalnya  foto,  buku diary  dan sebagainya. Kemudian  membuat  jadwal  menulis,  taatilah  jadwal  yang telah dibuat.. Mulai  menulis per outline.  Atau per judul.  Tulislah mengalir  saja  jangan  diedit  dulu ,walaupun  ada kesalahan  biarkan saja,  terus menulis  sampai selesai.  Tulislah  dengan pikiran dan perasaan,  dengan akal budi  dari hasil merenung yang dalam maka pikiran  akan terbimbing  oleh ilham  yang mengarahkan.

Ketika  menulis kadang  muncul  ilham atau ingatan  sesuatu  yang pantas ditulis.  Tuliskan  saja  judulnya,  dibuku  yang berbeda.  Kemudiaan  segera  kembali  fokus  ke  outline. Setelah  semua  judul  sudah terbahas  kemudian  sisipkan  judul  yang terjeda tadi  sesuai  dengan urutan  sejarah  perjalanan  kehidupan kita. Agar tampilan  buku  tampak  menarik  dan menginspirasi,  jika dalam suatu judul  ada frase , atau kata-kata mutiara yang menginspirasi  bisa dituliskan  di atas , sebelum  uraian  tulisan.  Lakukan editing  mulai  awal  hingga  akhir.

Berikut contoh buku yang ditulis narasumber:
Setelah buku autibiografi selesai ditulis mintalah  orang  lain  yang dipercaya  untuk  menjadi editor  yang berkaitan  dengan  ejaan,  tata  bahasa  dan lain-lain. Ini buku  autobiografi  saya berjudul  Perjuangan  Hidupku,  buku ini berisi  motivasi  agar anak muda  itu  semangat  kerja,  Semangat  belajar,  dan semangat  berdoa. Kemudian  buatlah  cover  buku  yang baik,  mintakan kata  pengantar  pada tokoh tokoh  terkenal semoga membawa  keberkahan. Langkah terakhir  kirimkan pada penerbit yang dipercaya.



Selanjutnya sesi tanya jawab:
P1: 
1.Saya belum pernah menulis autobiografi. Karena saya hanya orang yang biasa-biasa saja. Yang saya pikir tidak ada sesuatu dari hidup saya yang patut diberitakan?
Pertanyaan saya 1. bagaimana menulis kisah hidup yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang menarik dan layak untuk dibukukan. Bagaimana triknya?
2. Apakah boleh tulisan autobiografi di hiperbola atau harus paten sesuai dengan kisah hidup kita?
J1: 
Walaupun orang biasa, kalau saya tidak menulis  kisah perjalanan  hidup  saya, tak ada penduduk planet ini yang mau menulisnya,  untuk  itu  ya menulis sendiri, biar besuk kalau sudah tiada  ada suatu  warisan ilmu  untuk  anak  cucu kita. Kita bisa menulis  yang sederhana,  misalnya  tentang  kerja  keras, tentang rajin dan tekun   belajar, tentang kesederhanaan  itu sendiri  dan lain lain yang ada sari hikmah  yang bisa dipetik. Jangan dihiperbola, tuliskan  kisah hidup  yang sesuai  dengan  kenyataan  perjalanan  hidup anda saja.

P2: 
1. Menulis Buku Biografi bagi ASN akan menambah Nilai kredit atau AK dan memudahkan untuk pengurusan kenaikan pangkat dan golongan, pertanyaan saya adalah adakah aturan yang mengikat dan mengakui bahwa karya ilmiah yang kita buat dapat di terima oleh pihak BKD/BKN ?
2. Mengutip materi narsum kalau ingin menyusun buku autobiografi atau biografi dihindari membaca buku hanya pada satu sumber saja dan Jangan  hanya  orang-orang  ternama,  tetapi  juga  membaca  buku  biografi orang-orang  yang selevel  dengan kita. Pertanyaan saya arti dari orang-orang selevel dengan kita kalangan yang bagaimana ? Terima Kasih
J2:
Juklaknya bisa dilihat  di buku  4 , intinya  buku dibidang  pendidikan,  selain  itu  nilainya  sedikit.
Buku  autobiografi  asalkan  ceritanya  dibidang  pendidikan  ya dinilai. Misalnya  Bapak profesinya  guru,  ya membaca  autobiografi  seorang guru.  Seperti  buku  saya masuk  selevel  dengan Bapak, mungkin,  saya bukan tokoh  nasional,  bukan siapa  siap  do negeri ini, hanyalah  seorang  anak negeri  yang  ingin berkontribusi walaupun  hanya sebiji  sawi.

P3: Apakah ending otobiografi  harus selalu happy? 
J3:  Tidak harus ber ending happy,  sepanjang  tulisan  ibu  kalau  dibaca orang  lain  itu menarik,  ada pelajaran  yang bisa dipetik,  dan itu penting  menurut  ibu,  jangan ragu ragu  tulis saja.

Demikian materi last night.
Salam literasi
Salam blogger Indonesia.




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Mafrudah

Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital