Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak

Resume pertemuan ke         : 1
Hari/tanggal                         : Senin, 1 November 2021
Narasumber                         : Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd.
Moderator                            : Dail Ma'ruf, M.Pd.

Sore ini, sambil menunggu saatnya berbuka puasa, diiringi suara rintik hujan saya mengikuti kelas GMLD asuhan Omjay. Sesuai jadwal kelas dimulai pukul 16.00 sampai 18.00 WIB dengan susunan acara: Pembukaan, sesi penyampaian materi, sesi tanya jawab, dan penutup. Ini adalah kelas baru  namanya GMLD (Guru Motivator Literasi Digital). Kelas ini adalah betotan Omjay sapaan akrab bapak Wijaya Kusumah, S.Pd.,M.Pd. Bapak Blogger Indonesia, yang pada kesempatan pertemuan pertama ini sebagai narasumber. Pria kelahiran Jakarta, 28 Oktober 1971 yang juga kandidat doktor di tahun 2021 ini mempunyai segudang prestasi yang luar biasa, lebih detail dapat disimal pada link  kompasiana.com/wijayalabs. Sebelumnya beliau sudah mengasuh dan membimbing beberapa kelas on line diantaranya Kelas Belajar Bicara dan Kelas Belajar Menulis yang sudah sampai gelombang 22. 

Jumlah peserta GMLD sore ini mencapai 1.500 guru seluruh Indonesia dari gelombang 1-6. Judul pada pertemuan pertama ini adalah Membangun Digital Space Yang Aman Untuk Anak.  Kelas ini rencana akan mengadakan 20 kali pertemuan dengan materi yang berbeda-beda. Peserta akan mendapat sertifikat 40 JPL yang bisa digunakan untuk pengajuan kenaikan pangkat dengan 3 syarat yaitu:
1. Peserta mengisi link daftar hadir 
2. Peserta membuat resume setiap kali pertemuan minimal 17 kali pertemuan dari 20 kali pertemuan
3. Peserta ikut menulis buku antologi.

Sebelumnya peserta harus membuat akun Blog yang akan digunakan untuk memublikasikan hasil tulisan resume setiap kali pertemuan. Peserta harus selalu mengisi link daftar hadir dan link laporan resume yang sudah disediakan panitia di deskripsi grup GMLD.

Berikut daftar materi yang harus diikuti peserta dalam setiap kali pertemuan:


Sekarang kita masuk pada sesi penyampaian materi oleh Omjay. Ada 4 hal dalam literasi digital yang harus kita kuasai, sehingga kita bisa menyampaikannya kepada peserta didik kita, yaitu kecakapan digital, budaya digital, etika digital dan keamanan digital.


Materi pertama ini masuk dalam wilayah materi keamanan digital untuk anak, khususnya peserta didik kita dan anak-anak kita di rumah, kecakapan digital, buadaya digital, etika digital dan kemanan digital, dapat anda baca di gmabr di atas. Bagaimana kita membangunnya?

Pertama kita mengajak anak untuk memahami perkembangan dunia digital yang terus berkembang.

Kedua kita  harus memahami psikologi anak dan perkembangannya dalam dunia digital.

Ketiga, Kita harus menyadarkan anak tentang apa saja resiko kejahatan pada anak dan keempat bagaimana cara aman dan nyaman beriunternet bersama keluarga tercinta. Anak-anak kita adalah anaka-anak kelompok yang rentan terhadap berbagai kejahatan digital. Tidak semua orang bai ada dalam dunia digital kita. Salah satunya adalah jangan biarkan anak-anak kita mengumbar data pribadi di media digital atau media sosial. Ketidaktahuan dan ketidakmampuan menggunakan media digital dengan baik dan benar, membuat mereka menjadi korban kejahatan media digital. Bahkan banyak juga orang dewasa yang menjadi korbannya. Kita harus mulai belajar di media digital dan usahakan sudah membuka website https://literasidigital.id

Saat ini, telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak dengan sengaja saat anak mengakses media sosial. Orag tua dan guru harus mampu menjadi pemndu buat anak dan peserta didiknya. Silakan bisa membuka link video ini, https://literasidigital.id/video-literasi-digital/. Banyak orang saat ini tidak memahami bahkan tidak peduli akan bahaya yang dapat mengancam anak-anak kita. Itulah mengapa kami membuka kelas GMLD, walaupun kominfo juga telah melaksanakan berbagai webinar literasi digita secara masif di setiap kota dan kabupaten setiap hari di internet

Kominfo melakukan, dan kita bantu supaya makin banyak yang faham betapa penting MELEK Literasi Digital... Kita terkadang dengan mudah saling berbagi informasi termasuk data yang sifatnya pribadi kepada orang yang baru dikenal. Akibatnya data privasi dapat disalahgunakan oleh pihak yangtidak bertanggung jawab. Apalagi bila mereka masih anak-anak. Data privasi kita dengan mudah diperjual belikan oleh mereka yang tdk bertanggung jawab di media digital. 

Dari hasil survey Google bersama Trust dan Safety research pada bula Februari 2021, ada 51 % orang tua di Indonesia merasa khawatir tentang keamanan digital anak. Bahkan ada 42 % orangtua mengkhawatirkan 3 hal yaitu keamanan informasi anak, anak-anak menerima konten yang tdk pantas, dan anak-anak menerima perhatian dari orang yang tdk dikenalnya.

Resiko kejahatan di ruang digital pada anak yang sering terjadi adalah kecanduan games, cyberbully, pelanggaran privasi, kejahatan seksual dan lain-lain yang bisa kita baca di media sosial. Coba anda baca berita ini, https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4747446/ratusan-anak-di-jabar-masuk-rs-jiwa-karena-kecanduan-ponsel-ini-gejalanya. 

Hal yang lebih menyeramkan adalah Grooming, kasus pelecehan seksual pada anak dengan modus iming iming PDKT, dan Kasus grooming pada anak mulai banyak ditemukan sejak tahun 2019 dan terus bertambah setioap tahunnya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital. Grooming seperti di dokter hewan penitipan kucing. 

Beritanya ada di https://id.theasianparent.com/child-grooming, semoga akses internet anda cepat sehingga bisa membuka link beritanya. Kita sebagai orang tua dan juga guru harus mulai waspada dan belajar tentang literasi digital.

Sebaiknya kita mulai dari sekarang untuk melakukan hal-hal berikut:
• Smart, tidak menyebarkan informasi sensitif seperti
nomor telepon, passport/KTP, password, dan alamat
rumah
• Alert, jangan mudah percaya dengan hal yang tidak
masuk akal, jauhi phising dengan tidak meng-klik link
sembarangan
• Strong, gunakan password yang sulit agar tidak mudah
diretas baik untuk akun maupun gawai, biasakan
menggunakan two step authentication
• Kind, sadari aktivitas online yang kita lakukan, untuk
mencegah terbentuknya rekam jejak yang membuat
kita rawan jadi target kejahatan digital.
• Brave, mengenali dan mencegah bentuk-bentuk
kejahatan di ruang digital


Sesi tanya jawab:
1. Telah terekspos konten pornografi yang muncul tidak sengaja saat mengakses media sosial. Bagaimana kita harus bersikap dan langkah apa yang harus diambil?
Jawab: Aman Berinternet Bersama Anak:
• Jaga Komunikasi dengan anak
• Bekali diri dan terus belajar
• Gunakan fitur dan aplikasi untuk menjaga
keamaanan anak di internet
• Buat aturan bersama dan terapkan
konsekuensinya
• Menjadi teman, ikuti anak di media sosial dan 
jangan berlebihan
• Jelajahi, berbagi dan bermain bersama anak.
• Jadilah teladan digital yang baik

Kita tetap rileks dan jangan panik, sampaikan kepada mereka bahwa duni digital begitu terbuka, kita harus waspada jangan sampai terpapar pornografi. Inilah pentingnya kita sebagai orang tua dan guru untuk menjadi pemandu bagi anak-anaka kita.

2. Bagaimana caranya menghentikan anak kecanduan bermain game dan bagaimana cara agar anak tidak bermain game?
Jawab: Kita sebagai org tua wajib memberikan keteladanan. Ajak anak beraktivitas di luar rumah misalnya dengan bermain bola dan hobi yang mereka minati. Biar bgm pun game ada sisi positifnya juga. Dalam games mengajarkan anak menjadi seorang pemenang.
 • Bantu memberikan konten yang baik atau bagus
• Pengingat penggunaan screen 
• Salah satu wadah komitmen keluarga
• Mengetahui dimana posisi anak berada. Buat WA Group keluarga atau Manfaat Family Link Apps.
Kesimpulan:  
• Orang tua harus sebagai rule model
• Dampingi anak saat mengakses internet
• Batasi waktu atau durasi penggunaan gadget
• Diskusikan tentang resiko atau dampak buruk dari penggunaan gadget yang berlebihan
• Risiko kejahatan ruang digital bisa diatasi dengan kecakapan literasi digital
• Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga harus lebih cermat dan bijak dalam ruang digital.

Demikian pertemuan sore ini semoga bermanfaat.

Salam literasi digital.

 

Komentar

  1. Mantuul resumenya, lengkap dan detail..

    BalasHapus
  2. Keren......buat antologi ini mah dah masuk👍

    BalasHapus
  3. Berikut ini materi yang omjay sampaikan di pertemuan pertama, silahkan klik di https://www.kompasiana.com/wijayalabs/617fe0ba79b239224d6f8562/bagaimana-membangun-digital-space-yang-aman-untuk-anak

    BalasHapus
  4. Mantaap.. Resume nya berisi tulisan seorang penulis kawakan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ... Yg betul penulis udzur miss 😅🤭
      Miss Phia I proud you 👍👍💪🇮🇩

      Hapus
  5. Balasan
    1. Terima kasih. Semangat bersama. 💪🇮🇩✍️

      Hapus
  6. Berharap dapat hadiah buku dari Omjay 😅

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Mafrudah

Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital