Menulis buku dari karya Ilmiah

Resume ke : 4

Hari dan tanggal : Senin, 11 Oktober 2021

Narasumber : Noralia Purwa Yunita, M.Pd.

Moderator :  Rosminiyati

Malam ini hanya punya waktu yang tidak banyak untuk menyelesaikan resume ke -4. Kurang lebih 45 menit sebelum memasuki pertemuan ke-5 BM yang digagas Om Jay. Dengan tetap semangat pasti bisa, jemari ini asyik menari di atas keybord kesayangan warna biru sambil terus menyimak ulang WAG BM 22.

Rosminiyati, sang moderator cantik dan hebat mulai memperkenalkan diri sebelum masuk materi. Diinfokan bahwa materi akan dimulai 15 menit lebih lambat. Karena sang nara sumber yang muda, cantik, dan prestasinya luar biasa, Noralia Purwa Yunita, M.Pd. sedang mengikuti diklat luring. Seperti biasa acara dimulai dengan berdoa dengan susunan acara:

1. Pembukaan

2. Materi inti (19.00-20.00)

3. Sesi tanya jawab ( 20.00-21.00)

4. Penutup.

Pada sesi tanya jawab, peserta dipersilakan untuk mengirim pertanyaan kepada no WA moderator  yang sudah disebutkan. 

Sambil menunggu kehadiran narasumber, ibu Rosminiyati sebagai moderator emperkenalkan diri sambil memberi motivasi agar para peserta menjadi lebih bersemangat. Rosminiyati, seorang moderator magang, guru SMK N 2 Pangkalpinang. Usia 51 tahun ( sama dong dengan saya hehe...) alumni BM PGRI asuhan Om Jay gelombang 19. Mulai belajar menulis dari nol besar sampai bisa menerbitkan buku 200-an halaman dari hasil resum mengikuti BM sampai 30 kali pertemuan. Modalnya hanya bismillah dan tekad yang kuat. Woww inspiratif sekali. Saya juga pasti bisa.

Ada beberapa pesan dan motivasi yang sangat penting bagi para peserta:

1. Bapak/Ibu berada di sini bukanlah kebetulan, melainkan ada rencana besar Allah yang dipersiapkan-Nya. Oleh karena itu, jemputlah takdir dengan ikhtiar yang maksimal.

 2. Belajar menulis ada di mana-mana, bahkan Bapak/Ibu di sini ada yang menulisnya sudah luar biasa bagusnya. Namun, kelas menulis PGRI asuhan Om Jay ini sangat istimewa. Di samping menunya yang luar biasa, juga materinya disajikan dengan penuh cinta. Tidak hanya tentang menulis, melainkan juga tentang bagaimana menjadi pribadi yang lebih berguna.

 3. Pada saat Bapak/Ibu masuk di kelas ini, maka gelar sebagai blogger dan writer langsung melekat pada diri Bapak/Ibu. Oleh karena itu, pertahankan dengan sebaik-baiknya.

 4. Buatlah resume dengan sepenuh hati dan dengan selengkap-lengkapnya dengan menggunakan kalimat sendiri. Manfaatnya, menjadi bahan rujukan belajar dan memudahkan Bapak/Ibu dalam mengikatnya menjadi buku solo.

 5. Segera praktikkan ilmu dari narasumber dalam menulis resume atau pun tulisan lainnya agar perbaikan dalam menulis langsung dirasakan. Dalam kurun waktu sebentar saja, hasilnya akan menakjubkan. Saya sudah membuktikannya.

Selanjutnya para peserta diajak berselancar menikmati karya beliau yang terbalut dalam bingkai Literasi Untuk Negeri. Sebuah karya puisi yang diunggah dalam link youtube https://www. youtube.com/watch?v=6am-ohG0cbs.

Berikutnya diperkenalkan profil nara sumber muda dengan segudang prestasi. Noralia lahir di Kudus, 12 Juni 1989. Ia juga alumni BM asuhan Om Jay gelombang 8. Selain mengajar, ia juga aktif menulis di blog dan tergabung dalam komunitas sejuta guru ngeblog, penulis di Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan, penulis di penerbit Andi Offset dan Innovasi Publishing, tim admin di website guru penggerak, anggota komunitas koordinator virtual Indonesia (KKVI), serta pembimbing ekstrakurikule SMP.

Banyak karya yang sudah dipersembahkan untuk negeri, diantaranya : 2 buku solo, 3 buku duet, dan 8 buku antologi, serta beberapa artikel yang sudah dimuat di berbagai media. ia seorang yang sangat low profile. Meski karyanya bejibun, tidak mau dipanggil sebagai Pegiat Literasi.

Sekarang kita masuk pada acara inti yaitu Menulis buku dari Karya Ilmiah. Mengapa karya ilmiah harus ditulis dalam bentuk buku, karena agar karya ilmiah tersebut tidak hanya dibaca oleh diri sendiri. Orang lainpun bisa menikmati karya tersebut dengan cara mengkonversi. Namun prosesnya tidak mudah. Antara karya ilmiah dan buku tidaklah sama, ada beberapa hal yang harus dihilangkan dan ada beberapa hal yang harus ditambah.

Berikut tips proses menulis buku dari karya ilmiah : 

1. UBAH JUDUL

Judul karya ilmiah versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian. Sebagai contoh 

Judul Tesis, Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA. Ketika diubah menjadi judul buku menjadi kiat menulis modul berbasis riset. Judul best practice : efektivitas pembelajaran berbasis gamifikasi pada peningkatan aktivitas dan minat belajar siswa

Ketika dikonversi menjadi judul buku menjadi:

Gamifikasi, membuat belajar seasyik bermain games.

Dapat dilihat dari contoh judul di atas, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul. Jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal menambah kata seperti KIAT, JURUS, STRATEGI, CARA SUKSES atau yang lainnya agar menjadi judul popular. 

2. UBAH DAFTAR ISI

Biasanya untuk beberapa karya ilmiah, daftar isi berupa 

BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah

BAB 2 landasan teori

Bab 3 metode penelitian yang berisi rumus2 statistika

Bab 4 hasil dan pembahasan

Bab 5 penutup yang berisi kesimpulan dan saran.

Namun ketika diubah menjadi BUKU, daftar isi menjadi : (ikuti pedoman 2W+1H)

Bab 1 (Why) menjelaskan pentingnya modul BERBASIS RISET

Bab 2( APA) menjelaskan apa itu modul berbasis riset

Bab 3,4,5, dan seterusnya ( How ) menjelaskan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, bagaimana penerapannya.

Boleh juga mengembangkan materi dari bab 2 di KTI. Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi

2.1. hasil belajar

2.2. media pembelajaran

2.3. Modul

2.4. metode pembelajaran

2.5 pembelajaran berbasis riset

Ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu

Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku

Bab 2 TEORI BELAJAR

2.1. belajar

2.2. permasalahan dalam pembelajaran

2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku

Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN

3.1. Pengertian media

3.2. jenis media

3.3. manfaat media

Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku

Bab 4 mengenal modul 

4.1.pengertian modul

4.2. karakteristik modul

4.3.sistematika modul

4.4. kelebihan modul

Lakukan hal tersebut hingga sub bab pada karya ilmiah selesai dibahas menjadi bab baru pada buku

Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, kita sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku. Jadi, perbanyak penjelasan teori dari bab 2 karya ilmiah dan juga hilangkan rumus statistika yang biasanya ada di bab 3 karya ilmiah.

3. UBAH SEDIKIT ISI KARYA ILMIAH

Hilangkan semua kata "penelitian, laporan PTK, laporan skripsi" dahn lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku

Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book, atau karya ilmiah lainnya. Namun, hindari menggunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dan lain sebagainya

Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut

4. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit

Untuk isi dari karya ilmiah versi buku tidak melulu dan harus menampilkan data hasil penelitian.

Sebagai contoh buku daftar isi buku gamifikasi tidak saya sertakan hasil penelitian nya karena fokus saya dalam buku tersebut adalah membahas tentang bagaimana membuat aplikasi gamifikasi dan bagaimana penerapannya dalam pembelajaran

Tampak tidak ada data hasil penelitian yang saya bahas

Jadi pada intinya, sebelum mengkonversi karya Ilmiah yang bapak ibu miliki, tentukan FOKUS/TOPIK yang akan dibahas secara detail dalam buku itu. Apakah pada perancangannya, penerapannya, aplikasinya atau yang lainnya. Jika sudah maka akan lebih mudah mengubah karya ilmiah itu

Dan satu lagi yang terpenting, isi buku jangan sampai sama persis dengan isi dari karya ilmiah. Kita bisa menggunakan teknik parafrase atau teknik lainnya agar tidak ada kesamaan kalimat pada buku ini. Karena jika ada kesamaan, maka akan terjadi yang namanya self plagiarisme

Dengan demikian, membuat  buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita. Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya

Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

Semangat menulis buku. Fokus ingin membuat buku solo, yang membuat saya harus bertahan di barak ini. Meski kesibukan seabreg. Tetap saya nikmati smua proses yg ada dalam barak ini. So latihan dan latihan. Menulis dan menulis setiap hari.

Sebelum diakhiri saya tutup dengan sebuah pantun. 

Jalan-jalan ke Jogjakarta

Jangan lupa beli batik

Narasumbernya luar biasa

Terima kasih bu Nora cantik 

❤️😊💪🇮🇩


Komentar

  1. Masya Allah ... super lengkap, dan bahasa yang tertata rapi. Semangat terus, Bu. Usia bukan alasan untuk tidak berkembang. Ayo maju bersama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih bu Rosmini. Memang betul usia sy sdh 51 tahun otw 52. Tp Insya Allah msh terus semangat belajar 😊 salam semangat belajar sepanjang hayat

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Mafrudah

Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital