KARYA YANG TERJEDA

 


Foto pojok literasi di ruang tamu kepala madrasah

Bulan September-Oktober 2020, satu tahun yang lalu adalah bulan penuh karya untuk menulis. Walaupun di bulan-bulan tersebut adalah bulan yang paling sibuk untuk memepersiapkan beberapa agenda madrasah yang harus selesai sebelum Desember. Diantaranya penyerapan anggaran, supervisi pembelajaran untuk kinerja guru dan pegawai, menyiapkan bukti fisik SKP tahunan, Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM), Penilaian Induksi Guru Pemula Madrasah (PIGPM), dan lain sebagainya. Tapi kegiatan menulis masih jalan terus.  Entah energi dan nyawa dari mana yang gelorakan saya untuk bisa menghasilkan karya buku antologi sampai terkumpul 7 buku antologi. Awalnya hanya iseng-iseng ikutan menulis. Berusaha mengikuti semua ketentuan penulisan yang ada dalam flyer. Saya tidak tahu apakah tulisan saya layak atau tidak. Yang jelas ketika buku antologi yang pertama terbit, dengan judul "Dharma Wanita' saya senang bukan alang kepalang. Melihat cover bukunya, di sana ada nama dan foto saya, perasaan saya berbunga-bunga. Berulangkali cover buku itu saya pandangi sambil senyum-senyum sendiri. Judul tulisan saya dalam buku antologi tersebut adalah "Eksistensi Ibu dalam Dharma Wanita".

Pandemi covid 19 membawa banyak hikmah dan manfaat bagi saya. Ada kebijakan WFH WFO mengharuskan saya untuk pandai-pandai membagi waktu. Masa pandemi menuntut saya harus bisa menyesuaikan diri dengan tugas-tugas baru saya sebagai kepala madrasah. Awal menulis butuh perjuangan yang tidak mudah. Apalagi saya tidak punya ilmu khusus tentang menulis. Juga belum pernah ikut kelas belajar menulis. Kesibukan saya sebagai kepala madrasah  tidak menyurutkan semangat saya untuk memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk bisa menulis. Kapan waktunya untuk menulis? Itu yang selalu menjadi kegalauan saya. Pulang sampai rumah sudah sore sekitar pukul 16.00. Walaupun saat itu ada kebijakan WFH tapi untuk level 1 dalam hal ini kepala madrsah harus selalu masuk alias setiap hari WFO. Sampai akhirnya saya menemukan waktu khusus untuk bisa menulis. Kapan? Di sepertiga malam selepas qiyamul lail. Saat inilah ide dan pikiran betul-betul fresh dan cling. Gak percaya, silakan coba πŸ˜ƒ.

Setiap ada  buku antologi yang dalam proses terbit, ada perasaan lega dan puas. Sehingga mengundang energi baru untuk menyusul dengan tulisan buku antologi yang selanjutnya. Begitu seterusnya sampai selesai 7 buku antologi di kisaran bulan Oktober sampai Desember tahun 2020.

Ternyata menulis adalah candu. Semakin selesai, semakin pingin dan pingin lagi. Semakin diasah kemampuan menulis maka akan semakin menemukan banyak ide. Itu yang saya rasakan . Dan sebagai pemula, tidak perlu mempersoalkan apakah tulisan kita layak atau tidak. Teruslah menulis, maka ia akan menemukan takdirnya sendiri. 

Berikut karya buku antologi saya tahun 2020 sampai 2021:

1.      Buku Antologi “Berkarya Bersama Guru dan Murid” ( Oktober 2020) Penerbit Azkiya

2.      Buku Antologi “Darma Wanita” ( Oktober 2020) Penerbit Azkiya

3.      Buku Antologi “Ibu Dalam Goresan Pena” (September 2020) Penerbit Media

4.      Buku Antologi “Kupenuhi PanggilanMu” ( Desember 2020) Penerbit Azkiya

5.      Buku Antologi “Dear Menantu Mertua” ( Desember 2020) Penerbit Azkiya

6.      Buku Antologi “Pesona Negeriku” (Desember 2020) Penerbit Azkiya

7.      Buku Antologi “Lika-liku Perjalanan Karir” (Desember 2020) Penerbit Azkiya

8.      Buku Antologi “Cerita Kita Bersama Pandemi”  ( Oktober 2020) Penerbit NLC Surabaya

9.  Buku Antologi “Puisi Hati yang Menghijau” ( Januari 2021) Penerbit CV.Kekata Grup

10.  Buku Antologi “Awal dan Akhir Sebuah Piano” (Januari 2021) Penerbit CV. Kekata Grup

11.  Buku Antologi “Pantun Sukses Akreditasi Raih Prestasi”  ( Oktober 2021) Penerbit Azkiya.

Ada 2 buku yang ketika difoto ada di tempat lain 😊. Sekarang memasuki bulan Oktober tahun 2021, saya berpikir kenapa di tahun 2021 karya menulis saya tidak sebanyak tahun lalu? Apakah ini yang dinamakan tidak produktif lagi. Maybe yes maybe no. 

Maybe yes  because just 4 books of antology at year 2021. 

Maybe yes, bisa dikatakan kurang produktif dalam menulis, karena selama di tahun 2021 hanya ada 4 buku antologi yang terbit. Tapi kalau dari segi berkarya secara umum sepertinya tidak bisa dibilang kurang produktif. Karena biarpun kurang banyak karya dalam menulis, tapi untuk karya- karya yang lain bisa dibilang tetap produktif (alibi πŸ˜…πŸ˜š)

Kebetulan di tahun 2021 banyak agenda besar madrasah diantaranya yang paling menguras energi dan pemikiran adalah akreditasi perpustakaan. Semoga ke depan bisa kembali aktif menulis. Apalagi sekarang saya sedang mengikuti kelas Belajar Menulis secara daring yang digagas oleh OmJay Sang  Maestro Blogger Indonesia, Motivator, dan Pegiat Literasi Nasional. Salah satu pesan dari beliau adalah: "Menulislah setiap hari dan lihat apa yang akan terjadi". "Ketika menulis dengan hati, maka pesan akan sampai ke hati pembacanya". 


Salam Literasi πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†


Komentar

  1. luar biasa ibu kepsek kita, sehat selalu bunda dan terus berprestasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih OmJay atas motivasinya. Suatu kebanggaan tersendiri ketika om jay berkunjung dan mensupport blog saya. Smg virus hebat om jay bisa nularrrr

      Hapus
  2. Ibu luar biasa keren. Dalam kesibukan yang luar biasa masih me yempatkan diir belajar menulis di PGRI, padahal tulisan sudah banyak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih apresiasi bunda RosπŸ’ž krn sesungguhnya selama ini sy tdk tahu ilmu menuliis. Dan di grup BM sy mendptkan byk hal, ya ilmu, ya tmn2 hebat luar biasa spt bunda Ros. Pokoke ai lop yu 😊

      Hapus
  3. Balasan
    1. Bunda Jahara
      Ψ³Ψ¨Ψ­Ψ§Ω† Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΩˆΨ§Ω„Ψ­Ω…Ψ―Ω„Ω„Ω‡

      Hapus
  4. Ooo..maybe a lot to do, it is okay, luar biasa, teruus menulis dan menulis...ibu hebat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Because life must go on. haha ....
      Dalam rangka beljr menulis nech. Kata OmJay apapun akan bisa jadi tulisan 😊

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Mafrudah

Ciptakan Peluang Melalui Literasi Digital