Berbagi Bahagia Sambut Maulid Nabi Muhammad Saw.
Dalam rangka menyambut hari lahir Nabi Muhammad Saw. 12 Rabi'ul Awwal Tahun Gajah, atau tahun 571M yang bertepatan pada hari Selasa, 19 Oktober 2021, saya adakan acara makan bersama seluruh bapak ibu guru pegawai MTsN 6 Bantul. Terasa begitu sangat spesial, karena ada beberapa even pada hari istimewa tersebut. Pertama, sebagai wujud syukur memperingati Maulid Nabi dengan berbagi; kedua, pertama kali masak sendiri di kantin yang baru sehingga menambah keakraban dan kekeluargaan; ketiga, dalam rangka launching kantin yang baru direhab sekaligus pemberdayaan kantin untuk menyediakan makan siang bagi bapak ibu guru dan pegawai. Ke depan semua kebutuhan makan guru pegawai akan disediakan kantin, menu masakan boleh request setiap hari dengan harga terjangkau, sehingga tidak perlu bingung beli di luar.
Usai jamaah salat dhuhur dan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), kami menuju kantin. Suasana makan terasa nikmat dengan menu harian yang sangat sederhana. Sop daging sapi dicampur brokoli, kembang kol, wortel, dan kentang dengan lauk tempe dan tahu goreng, sambal dan krupuk. Dengan chef ibu kantin yang sudah berpengalaman. Disantap masih hangat dan prasmanan. Yummy ... mantap dan nikmat tiada tara.
Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Republik Indonesia Nomor: 712 Tahun 2021, Nomor: 1 Tahun 2021, Nomor: 3 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 642 tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2021. Hari Libur Maulid Nabi Muhammad saw. yang awalnya tanggal 19 Oktober 2021 diundur menjadi tanggal 20 Oktober 2021. Sehingga tanggal 19 Oktober 2021 kami masih masuk dan KBM dengan tetap prokes 5M. Tahun ini peringatan Maulid Nabi waktunya berdekatan dengan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari Jumat tanggal 22 Oktober 2021. Untuk itu, madrasah kami memperingati dua even tersebut dalam satu waktu yang insya Allah akan dilaksanakan pada hari Jumat, 22 Oktober 2021. Dengan agenda mujahadah, bacaan salawat dziba', tahtiman, pengajian, dan tumpengan.
Hari ini, Rabu 20 Oktober 2021 libur. Marilah kita tetap perbanyak membaca shalawat. Semoga dengan bacaan shalawat atas Nabi Muhammad Saw. kita akan mendapatkan limpahan keberkahan dan syafaat dari beliau kanjeng nabi Muhammad saw.
Berikut beberapa keutamaan/manfaat memperingati Maulid Nabi dan membaca Shalawat Nabi yang dirangkum dari berbagai sumber, diantaranya kiriman WA dari bapak Drs.KH. Heri Kuswanto, M.SI. Pengasuh Pondok Pesantren Lintang Songo Yogyakarta:
1. Tak hanya manusia, anjuran memanjatkan sholawat ini juga berlaku bagi para Malaikat Allah Swt.
Sebagaimana firman Allah :
إنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. al-Azhab: 56)
Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan tersendiri. Banyak keutamaan yang dapat diperoleh umat Muslim tatkala mengagungkan baginda Nabi Muhammad SAW.
2. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ungkapan kecintaan dan kegembiraan umat Muslim kepada beliau.
فقد جاء في البخاري أنه يخفف عن أبي لهب كل يوم الإثنين بسبب عتقه لثويبة جاريته لما بشّرته بولادة المصطفى صلى الله عليه وسلم. وهذا الخبر رواه البخاري في الصحيح في كتاب النكاح معلقا ونقله الحافظ ابن حجر في الفتح. ورواه الإمام عبد الرزاق الصنعانيفي المصنف ج ٧ ص ٤٧٨
Diriwayatkan Imam al-Bukhori. dikisahkan ketika Tsuwaibah, budak perempuan Abu lahab, paman nabi , menyampaikan berita gembira tentang kelahiran sang jabang bayi yang sangat mulia , Abu Lahab pun memerdekan Tsuwaibah sebagai tanda cinta dan kasih.
Dan karena kegembiraannya, kelak di hari kiamat siksa atas dirinya diringankan setiap hari senin tiba.
3. Meneguhkan Kecintaan pada Nabi Muhammad SAW
Sebagai seorang muslim, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebuah keharusan. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحبّ إليه من ولده ووالده والناس أجمعين.
Artinya:
“Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tuanya dan seluruh manusia.” (HR. Bukhori Muslim).
4. Memperoleh Rahmat Allah SWT
Memuliakan Rasulullah SAW menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan rahmat Allah berupa taman surga. Juga memberikan kesempatan kepada umat Muslim untuk dibangkitkan bersama golongan-golongan orang yang jujur, orang yang mati syahid, dan juga orang sholeh.
Imam Sirri Saqathi Rahimahullah berkata:
من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع إلا لمحبة النبي صلى الله عليه وسلم : وقد قال صلى الله عليه وسلم: من أحبني كان معي في الجنة.
“Barang siapa menyengaja (pergi) ke suatu tempat yang dalamnya terdapat pembacaan maulid nabi, maka sungguh ia telah menyengaja (pergi) ke sebuah taman dari taman-taman surga, karena ia menuju tempat tersebut melainkan kecintaannya kepada baginda rasul. Rosulullah bersabda: barang siapa mencintaku, maka ia akan bersamaku di syurga.
5. Akan dimasukkan dalam syurga na’im bersama orang yang mati syahid.
Imam Syafi’i Rohimahullah berkata:
من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصادقين والشهداء والصالحين ، ويكون في جنات النعيم.
“Barang siapa yang mengumpulkan saudara-saudara untuk memperingati Maulid nabi, kemudian menyediakan makanan, tempat, dan berbuat kebaikan untuk mereka serta ia menjadi sebab untuk atas dibacakannya maulid nabi, maka Allah akan membangkitkan dia bersama-sama orang yang jujur, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang sholeh. Dan dia akan dimasukkan dalam syurga na’im.”
Maulid Nabi Muhammad merupakan peringatan malam kelahiran baginda Rasul. Nabi Muhammad lahir di Mekkah dari seorang ibu bernama Aminah, dan ayahnya Abdullah. Beliau lahir di Senin 12 Rabiul Awwal tahun Gajah.
6. Bukti kecintaan kepada Nabinya dan juga mengikuti perintah Tuhannya yang menganjurkan untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi.
Dalam sebuah hadits dijelaskan,
وعن ابن مسْعُودٍ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: “أَوْلى النَّاسِ بِي يوْمَ الْقِيامةِ أَكْثَرُهُم عَليَّ صَلاَةً “رواه الترمذي
Artinya: diriwayatkan dari ibnu Mas’ud RA bahwasanya Rasulullah bersabda:”orang yang paling utama bersamaku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku. (HR. Turmudzi).
7. Termasuk orang yang paling dekat dengan Nabi Muhammad Saw.
Menurut imam al-Munawi dalam Faidhul Qadir menjelaskan bahwa orang yang paling dekat dengan Nabi dan yang paling berhak mendapatkan syafa’atnya adalah orang yang paling banyak bershalawat kepadanya saat di dunia karena orang yang memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi menunjukkan bahwa dirinya sangat tulus mencintainya.
Sedangkan menurut imam Shan’ani dalam Subulus Salam menjelaskan bahwa hadist ini berisi anjuran untuk memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi, terutama pada hari jum’at sebagai hari yang paling baik, shalawat yang dibaca oleh seorang hamba akan diperlihatkan kepada Nabi Muhammad Saw. Maka dari itu, tak pantas mengaku umat Nabi bila seseorang tak suka membaca shalawat kepadanya, karena itu kunci keberuntungan dan terkabulnya doa bahkan shalat lima waktu bila tak dibacakan shalawat dalam tahiyyat maka shalatnya tidak sah.
8. Doa mendapat syafaat.
Membaca doa setelah adzan salah satunya jaminan mendapatkan syafaat
Rasulullah SAW bersabda:
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Telah menceritakan kepada kami [‘Ali bin ‘Ayyasy] berkata, telah menceritakan kepada kami [Syu’aib bin Abu Hamzah] dari [Muhammad Al Munkadir] dari [Jabir bin ‘Abdullah], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa berdo’a setelah mendengar adzan:
Allahumma Rabba Haadzihid Da’Watit Tammah Washshalaatil Qaa’Imah. Aati Muhammadanil Wasiilata Walfadliilah Wab’Atshu Maqaamam Mahmuudanil Ladzii Wa’Adtah
(Ya Allah. Rabb Pemilik seruan yang sempurna ini, dan Pemilik shalat yang akan didirikan ini, berikanlah wasilah (perantara) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah ia pada kedudukan yang terpuji sebagaimana Engkau telah janjikan) ‘. Maka ia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.”
9. Mendapatkan manisnya iman.
Dalam sebuah Hadis Riwayat Bukhari:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ مَنْ كَانَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَمَنْ أَحَبَّ عَبْدًا لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ يَكْرَهُ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ إِذْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ
Dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman :
1) Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya.
2) Dan siapa yang bila mencintai seseorang, dia tidak mencintai orang itu kecuali karena Allah azza wajalla.
3) Dan siapa yang benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka.
10. Cara Mengekspresikan Cinta Rasulullah SAW
Pertama, memperbanyak shalawat dalam setiap keadaan.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS al-Ahzab 56).
Kedua, mendawamkan sunnah harian seperti sholat tahajud, puasa, dhuha, dan sedekah.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Ali Imran 31).
Ketiga, mendakwahkan ajaran nabi saw
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik (QS an-Nahl 125).
Keempat, menceritakan sejarah kehidupan nabi
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.
11. Bisa bersama Nabi Muhammad Saw.
Sahabat Tsauban bingung, tanya ke baginda Nabi saw, "Engkau adalah Nabi, aku manusia biasa. Engkau pasti akan diangkat Allah di surga pada level yang sama dengan nabi-nabi lain, sedangkan aku, andai saja aku masuk surga, toh surga kita tidak akan sama. Derajatku pasti akan berada di bawah derajatmu. Itu kalau aku masuk surga. Kalau tidak, niscaya akau tidak akan melihatmu selama-lamanya."
Mendengar aduan Tsauban yang seperti demikian Rasulullah diam hingga kemudian malaikat Jibril datang membawakan kabar gembira, wahyu:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا
"Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasulnya, maka mereka akan bersama dengan orang-orang yang diberi kenikmatan Allah."
Maksudnya, memang derajat Nabi dengan orang biasa tidak sama. Di akhirat, derajat para Nabi lebih tinggi, namun Nabi akan berkeliling, berkunjung kepada orang-orang yang taat selama di dunia, mereka bisa saling melihat, bercengkrama dalam taman-taman yang indah. Dan mereka di surga mempunyai status teman. Teman seperti yang demikian ini merupakan sebaik-baiknya pertemanan. Jadi, derajat mereka tak sama, tapi mereka akan tetap bisa bersama Nabi dan orang-orang Sholih.
Wallahu 'a'lam bishshowab. Semoga bermanfaat.
Subhaanallah bagus sekali tuisannya bun
BalasHapusSemoga menambah kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW.
Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad
Terima kasih bunda Tuti. Sebagai motivasi dan pengingat diri sendiri bun.
Hapusاللهم صل على سيدنا محمد 🤲